Swasembada Pangan? hanya Janji

Benarkah-Swasembada-Beras-Indonesia-Sulit-Dicapai

keberhasilan suatu negara masih belum ada tolak ukur yang pasti, namun ada satu indikasi yang bersifat universal bagi seluruh negara yaitu Swasembada baik itu swasembada pangan, produksi, teknologi dan lain sebagainya tergantung sumberdaya yang terdapat pada negara tersebut. Sebagai negara tropis dan kaya akan sumberdaya alam-nya, Indonesia sudah sepatutnya berdiri di kaki sendiri dalam hal ketahanan agrikultur dan kebutuhan pangan sehari-hari rakyat.

pangan ini adalah masalah hidup dan mati suatu makhluk hidup, suatu bangsa bisa bertahan hidup tanpa kendaraan tanpa telekomunikasi dan lain-lain namun tanpa makan saya rasa tidak ada yg dapat bertahan, menurut data sepertiga dari dunia adalah ngara tropis dan Indonesia menempati sepertiga dari kawasan tropis tersebut dan merupakan negara yang memiliki zona tropis terpanjang kedua setelah Brazil. di indonesia kita bisa panen padi sebanyak 3 kali setahun sedangkan di negara tropis lain tidak apalagi negara-negara temperate, negara yang non-tropis hanya bisa sekali karena memiliki 6 bulan musim dingin.

Indonesia pernah swasembada pangan di era soeharto tepatnya pada tahun 1985 indonesia sama sekali tidak melakukan Import bahan pokok pangan, menurut penuturan Prabowo Subianto sangat optimis indonesia akan swasembada pangan namun hal itu hanya akan terjadi apabila yang memimpin indonesia merupakan orang yang berani dan bersih toh semua kebijakan terkait pertanian bisa dibuatnya apalagi terkait import bahan pangan.

namun lain hal-nya yang dikatakan oleh menteri pertanian pada media online yang saya kutipdisini: mentan: indonesia swasembada pangan. bahwa swasembada telah memasuki tahun ketiga, pasalnya dikatakan bahwa sejak tahun 2016 indonesia sudah swasembada pangan di sektor padi dan jagung namun nemurut data BPS yang saya dapat hingga akhir tahun 2017 kita masih Import bahan pangan

melihat data diatas maka belum bisa dikatakan kita swasembada beras, namun alasan nya adalah untuk menekan harga kenaikan beras di indonesia, fakta dilapangan tidak seperti itu, malah yang dipaksa turun adalah harga jual beras dari petani ke tengkulak, inilah yang sering di keluhkan oleh petani di indonesia.

terlepas dari apa yang dirasakan oleh para petani di indonesia di awal tahun 2018 kemarin indonesia import beras 500.000 ton. nah yang paling menarik adalah komentar dari Ombudsman bisa dilihat disinibahwa hal yang dilakukan pemerintah telah menyelahi aturan pasalnya penunjukan PT. PPI sebagai pengimport beras yang harusnya dilakukan oleh Perum Bulog, hal ini melanggar perpres No. 48/2016 pasal 2 ayat 3. Benarkah-Swasembada-Beras-Indonesia-Sulit-Dicapai

Advertisements

Manuver Cantik Jenderal, Koalisi Prabowo Makin Kuat

prabowo-subianto-kanan-berjabat-tangan-dengan-susilo-bambang-yudhoyono_20180730_171724

Kurang dua minggu lagi pendaftaran Capres dan Cawapres untuk bertarung di Pilres 2019 akan ditutup, semakin dekat semakin jelas siapa yang akan jadi pemeran utama pada Pilres nantinya, hingga saat ini hanya ada dua tokoh yang bisa dipastikan maju sebagai kandidat di Pilpres 2019 yakni raja dari istana negara saat ini Joko Widodo dan sang Penantang pejuang Indonesia Raya Prabowo Subianto.

Kedua kubuh telah merencanakan strateginya masing-masing dan sekarang sedang berusaha mendulang koalisi agar lebih besar kemungkinan mereka dapat memenangkan pertarungan Pemilihan Presiden oleh rakyat Indonesia. Bukan hanya Elektabilitas dan visi-misi suatu tokoh yang menjadi kekuatan pada pertarungan ini tapi Koalisi yang terbangun juga akan sangat mempengaruhi berbagai variable kemungkinan berhasil atau tidaknya usungan mereka untuk meraih gelar Presiden Republik Indonesia.

Berdasarkan penuturan para politisi PDIP dan HANURA kubuh koalisi Joko Widodo telah mengantongi nama yang akan diusungnya menjadi cawapres serta diharapkan koalisi partai yang telah terbentuk untuk mengusung Joko Widodo tetap Presiden mereka harapkan tidak akan berubah, jadi saya tidak akan mengupas panjang lebar tentang itu namun yang menurut saya seru untuk di kupas yaitu keputusan SBY sebagai Ketum Partai Demokrat yang mendukung sepenuhnya Prabowo Subianto maju sebagai calon Presiden RI tanpa ada desakan sama sekali dari pihak PD untuk siapa cawapresnya, namun saya juga tidak akan mengulas lebih dalam tentang itu, yang ingin saya kupas disini adalah manuver para jenderal dalam pertarungan Pilpres 2019.

Siapa yang tak kenal sosok prabowo subianto sebagai mantan Jenderal TNI-AD yang kiprahnya di dunia militer sangat cemerlang, Prabowo sebelumnya telah mencalonkan diri sebagai Presiden pada tahun 2014 silam namun takdir berkata lain, mungkin belum saatnya, akan tetapi menariknya pada pilpres 2014 yang lalu selisih suara Prabowo-Hatta dan Jokowi JK hanya 8 Juta suara, melihat situasi negara yang menurut Prabowo semakin terpuruk di era kepemimpinan Jokowi ini apalagi dengan semangat masyarakat akan dukungan tahun 2014 silam Prabowo bersemangat akan maju dan percaya akan di beri amanah oleh rakyat Indonesia untuk memimpin selama lima tahun kedepan.

Keseruannya berlanjut ketika Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Jenderal Purn. Telah menyatakan dukungannya untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai Capres 2019, diketahui SBY yang juga mantan presiden Republik Indonesia dua periode bertuntun ini juga dikenal sebagai seorang jenderal yang sangat cerdas, kecerdasannya terbukti dengan duduknya ia sebagai presiden selama dua periode, beliau boleh dikatan orang yang bisa melihat peluang dan menentukan strategi sebagaimana juga diketahui sederet prestasi yang telah ditorehkan di Indonesia diantaranya pembangunan infrastruktur 293 waduk, 1221 bendungan embung dan 7,29 juta hektar irigasi kemudian di bidang perekonomian masuk dalam kekuatan G-20 Negara dengan Perekonomian Terkuat Dunia 2009 (periode pertama) kemudian PDB yang sebelumnya hanya 2 ribu Triliun naik menjadi 10 ribu Triliun serta pendapatan per-kapita rakyat naik hamper 4 kali lipat dan banyak lagi lihat sumber.

Nah berdasarkan beberapa survey yang saya lihat juga tidak sedikit diantaranya menyetakan kepuasan terhadap kinerja SBY dibanding pemerintahan sekarang, jadi boleh dikatakan bahwa koalisi SBY dengan Prabowo merupakan kekuatan yang tak dapat diremehkan lagi.

Yang menambah keseruan dari judul yang saya angkat adalah selain Prabowo dan SBY, nama Jenderal Gatot juga disebut akan bergabung pada Koalisi tersebut, seorang Gatot Nurmantyo juga memiliki amunisi yang lumayan besar dari pendukungnya bahkan sudah ada yang mencanangkan beliau maju sebagai Capres 2019 serta dukungan beberapa relawan-relawan Gatot yang sedianya juga akan legowo menerima keputusan beliau untuk mendukung Prabowo Subianto menjadi Presiden 2019 sekiranya Gatot bergabung dalam koalisi.

Ada yang bilang ini merupakan pertandingan ulang 2014 yaitu Jokowi vs Prabowo ada pula yang mengatakan ini adalah pertandingan para sepuh Megawati vs SBY, diluar dari opsi mana yang benar dan perbandingan kekuatan mereka, keduanya sama-sama memiliki peluang yang besar, Jokowi sebagai petahana dan juga sebagai Petugas Partai yang di ketuai oleh Megawati, masih memiliki kekuatan sebagai Presiden, di sisi lain Prabowo juga masih mengandalkan suara rakyat yang setuju akan banyaknya ketimpangan di Negeri ini dan dibackup beberapa Jenderal serta persatuan para ulama di indonesia yang merasa gerah dengan rezim sekarang, namun semuanya kembali kepada rakyat Indonesia siapa yang menurut rakyat paling pantas memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Nah mungkin ringkas dulu ulasan saya kali ini dikarenakan banyak hal yang ingin saya kupas tapi sekarang masih sedang ditunggu datanya, jadi kita sabar dulu menunggu kejutan kejutan baru dari Koalisi 2019GantiPresiden ini.

Terimakasih, Wassalam.

Jokowi Mengakui Perekonomian Indonesia Tidak Baik-baik Saja

pertumbuhan perekonomian indonesia

Selama beberapa bulan terakhir pidato-pidato Jokowi selalu menyanjung devisit keuangan negara serta menepis segala isu-isu yang mengatakan bahwa Indonesia sedang dalam krisis ekonomi walau apapun buktinya, beliau selalu punya data dari menteri-menterinya, baik alasan kenapa rupiah melemah, kemiskinan bertambah, harga bahan pokok naik, harga minyak naik dan lain sebagainya.

Namun sesuatu yang mengejutkan beliau lontarkan sendiri seusai pertemuan dengan para kepala daerah di istana bogor (26/7), Presiden Republik Indonesia ke-7 ini menyatakan bahwa memang ada masalah yang fundamental pada system perekonomian Indonesia yang harus dibenahi serta sangat berpengaruh terhadap gejolak perekonomian negara secara internasional.

Masalah yang dimaksud Joko Widodo tersebut adalah masalah Defisit Transaksi Berjalan dan Defisit Perdagangan, pasalnya beliau baru menyadari bahwa uang para pengusaha di Indonesia tidak tinggal di Indonesia namun di titipkan di negara lain, menurut pernyataan menteri keuangan yang lalu dikutip (Tempo.com, 5/4/2016) bahwa potensi Uang Indonesia yang beredar di luar negeri sebesar Rp. 11.400 triliun yang juga nilainya sama dengan 5X lebih besar dari APBN kita saat ini dan kurang lebih sama dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kita.

“kalau persoalan fundamental ini kita perbaiki, kita akan menuju kepada negara yang tidak terpengaruh oleh gejolak ekonomi dunia” kata Jokowi dalam acara pembukaan rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi, di grand sahid hotel, Jakarta Pusat, Kamis, (26/7/2016). Jika diamati perkataan beliau juga secara tidak langsung Jokowi mengatakan bahwa persoalan fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan tidak baik-baik saja.

Padahal beberapa bulan yang lalu tepatnya Januari kemarin dikutip dari RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) pada  Dokumen Capaian Paruh Waktu 2015-2019 bahwa target pertumbuhan ekonomi naik dari tahun 2018 menuju 2019 sebesar 8% padahal nyatanya pertumbuhan ekonomi hanya mencapai rata-rata 5% saja dikutip dari (politik.Rmol.com, 18/3/2018) ini menandakan bahwa rezim seakan tidak terima dengan kinerja mereka namun belakangan baru mengakui bahwa adanya masalah Fundamental pada mazhab perekonomian Indonesia.

Padahal Prabowo Subianto sebagai Oposisi dari pemerintahan Jokowi  telah berkali-kali memperingatkan dalam pidatonya bahwa keadaan ekonomi di Indonesia tidak baik-baik saja, terjadi kebocoran dimana-mana, kekayaan kita mengalir keluar atau biasa beliau sebut dengan “Net Outflow Of National Whealth”, namun entah kenapa Prabowo Subianto hanya dikatakan nyinyir tanpa solusi, apakah memang rezim menutup mata akan hal ini ? ataukah karena sudah terlalu benci dengan sosok Prabowo Subianto sehingga peringatan beliau tidak didengar.

Keluar dari perdebatan siapa yang salah dan siapa yang benar kita sebagai rakyat Indonesia harusnya menyadari bahwa ketika ada yang memberi kritik ataupun peringatan berarti masih ada niat baik dari orang lain untuk melihat kita baik, dan yang namanya kebaikan jangan dilihat sumbernya, jangan hanya karena berbeda pandangan namun kita menyalahkan orang lain dan tidak mau menerima kritik.

Ikhlas dalam Hening : Prabowo

Keikhlasan dalam keheningan, itulah julukan yang tepat saya berikan kepada tokoh yang satu ini, pasalnya pergulatan elektabilitas para tokoh politik dalam negeri menuai banyak kontroversi, ada yang menaikkan elektabilitas dengan cara melakukan banyak pencitraan musiman, namun Tokoh yang kerap disapa Prabowo ini begitu berbeda karena ada banyak perbuatan beliau yang harusnya diketahui banyak orang namun justru disembunyikan oleh sebagian media dan bahkan ada yang menggoreng ulang tindakan beliau sehingga berbau tak sedap.

hal yang ingin saya angkat dari tulisan saya adalah beberapa fakta kepribadian beliau tentang tokoh diatas yang jarang diketahui orang, namun tetap bersumber dari berbagai artikel yang menurut saya masuk akal dan dapat dipercaya, mari kita kupas bersama.

Prabowo Subianto merupakan anak dari Soemitro Djojohadikoesoemo seorang begawan ekonomi ternama di indonesia, pencetus koperasi, pendiri bank BNI dan banyak lagi, dari latar belakang tersebut sudah dapat ditarik kesimpulan bahwa beliau bukan orang biasa, beliau terlahir dalam keadaan yang mampu, namun hal itu tak pula membuat seorang Prabowo Subianto membanggakan dirinya ini bisa dilihat dari semua tulisannya di buku maupun di media elektronik. beliau sebenarnya disarankan oleh ayahnya untuk melanjutkan study di luar negeri bahkan dia sudah diterima di dua Universitas di amerika serikat namun beliau memutuskan mengikuti jejak pamannya di dunia militer yaitu Soebianto Djojohadikoesoemo. singkatnya beliau termasuk prajurit yang paling cemerlang di angkatannya, karirnya melejit dan bahkan dijadikan menantu oleh Presiden Soeharto, jadi salah kaprah apabila dikatakan nama beliau di militer harum karena mertuanya, toh dia diangkat jadi menantu Presiden yah karena oprestasi dan kepribadian beliau yang disukai.

Disetiap artikel yang saya baca kalau bukan beliau dikaitkan dengan politik yah pelanggaran ham, bosan juga bacanya, sebuah tulisan saya di sosial media dulunya yang membahas tentang beliau dari berbagai sumber di internet saya lampirkan untuk menjadi bahan acuan. diantaranya beberapa Olimpiade dalam berbagai bidang diselenggarakan oleh prabowo subianto diantaranya Olimpiade Fisika tingkat Asia yang berhasil mengangkat derajat pelajar Indonesia dengan membuat prestasi di tingkat internasional, serta mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan Polo pada olimpiade asia.

Rentetan kasus yang terjadi pada tahun 1998 ada banyak hal yang disangkakan kepada beliau serta sering dijadikan kambing hitam padahal beliau salah satu yang berprestasi dalam hal pengamanan pada insiden tersebut, Sebagai Pangkostrad yang membawahi pasukan cadangan ABRI yang jumlahnya cukup besar pada waktu itu , Prabowo dimintai pertolongan oleh Panglima Kodam Jaya untuk mengamankan Jakarta yang berada dalam suasana kacau. Permintaan ini dipenuhi Prabowo dengan membantu mengamankan sejumlah bangunan penting, khususnya rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. Meskipun akhirnya perannya ini kemudian menimbulkan kontroversi, namun ia juga mengambil beberapa langkah penting yang menentukan arah reformasi pada waktu itu. Antara lain ia berhasil membujuk Amien Rais untuk membatalkan rencana doa bersama di Monas. Ia juga bertanya kepada Habibie mengenai kesiapannya jika sewaktu-waktu Soeharto turun, apakah siap menjadi Presiden, yang memberi sinyal kepada Habibie untuk bersiap menggantikan Soeharto. Selain itu pada 14 Mei 1998, Prabowo berinisiatif mengadakan silaturahmi dengan beberapa tokoh reformis seperti Adnan Buyung Nasution, Setiawan Djodi, Rendra, Bambang Widjajanto, dan lain-lain.  Ia juga sempat didesak untuk memainkan peran seperti Suharto pada tahun 1965, yang secara tegas ditolaknya karena merasa bahwa masih berada di bagian bawah jenjang protokoler kepemimpinan dalam masa genting, berbeda dengan peran Suharto waktu itu yang memungkinkan untuk mengambil kendali karena kosongnya kepemimpinan TNI selama hilangnya para jenderal. Selain itu, ia menyatakan tidak ingin kudeta terjadi karena hanya akan menimbulkan kudeta-kudeta lainnya.(Sumber : Wikipedia)

Prabowo Soebianto terjuan di dunia politik bukan karena dia gemar politik, dia orang cerdas, dia tau kalau mau mensejahterahkan indonesia, mengambalikan kejayaan indonesia maka satu-satunya cara adalah dengan menjadi pemimpin, bukan yang dipimpin, dan untuk menjadi pemimpin negara yah harus ber-Politik. Prestasi dibidang politik yaitu sebagai pendiri dan ketua umum Partai gerindra berhasil meraih penghargaan sebagai partai dengan transparansi keuangan terbaik, diakui oleh Transparency International Indonesia (TII) dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Di awal tahun 2013, Partai Gerindra mempelopori pendaftaran calon anggota DPR dan DPRD secara terbuka dan pemilihan berdasarkan prestasi.

Salah satu perhatiannya terhadap dunia pendidikan juga dapat dilihat dari pernyataan anaknya dikutip dari Detik.com bahwa Mantan Danjen Kopassus ini pun ternyata juga menyekolahkan sejumlah anak yang kurang mampu di Bojong Koneng. Menurut salah satu pegawai rumah Prabowo yang tak mau disebutkan namanya, anak-anak warga tak mampu yang dibiayai sekolah oleh Prabowo mulai dari tingkat SD hingga SMA, bahkan ada juga yang hingga Perguruan Tinggi.

Siapa bilang prabowo benci aktivis siapa bilang prabowo benci LSM adalah orang yang tidak mau melihat sisi lain dari Prabowo Subianto, faktanya LSM pertama di indonesia didirikan oleh prabowo subianto bersama beberapa aktivis termasuk Soe Hok Gie, jadi sangat janggal ketika dikatakan prabowo tidak suka dengan aktifisDikutip dari viva.co.id “Ini bukan yang pertama saya bersentuhan dengan masyarakat. Saya sudah berurusan dengan desa sejak usia 17 tahun. Bersama beberapa mahasiswa dan pemuda membentuk LSM pembangunan,” kata Prabowo

Banyak bilang jangan mengkritik tapi tunjukkan solusi, menurut saya masyarakat mungkin tidak mengerti bahwa kritik itu solusinya adalah lawan dari kritikan tersebut, contoh ketika pemerinrtah di kritik karena meningkatkan import pangan yah solusinya jangan tingkatkan pangan karena dengan kebijakan itu menurut rakyat yang menyengsarakan apalagi di musim panen, nah adapun Program aksi yang ditawarkan partai gerindra yang dipimpin oleh prabowo tentu menjadi salahsatu indikator yang dapat diacungi jempol serta dapat diterapkan di Indonesia, selengkapnya dapat dilihat disini https://www.youtube.com/watch?v=KcRy4r0jFqU&feature=youtu.be

Sebagai mantan Denjen Kopassus tentunya ada banyak prestasi yang membuat nama kopassus dikenal seluruh negara serta diperhitungkan oleh negara lain diantaranya Kopassus saat dipimpin Prabowo boleh dikata satu pasukan elit terbaik di dunia. artikel selengkapnya sudah saya kupas disini https://www.kompasiana.com/akmaller/5b5af8a0d1962e3b5750cd86/prabowo-dibalik-topeng-emas-kopassus

Krisis Pangan, ini Solusi Prabowo

Sejak 2016 banyak dikeluhkan susahnya pangan di indonesia bagi kaum dengan perekonomian menengah kebawah, rata-rata keluhan ini hanya berputar di harga jual dan harga beli pangan baik pasar maupun oleh tengkulak. ketika kasus ini diangkat di medsos banyak diantara Netizen yang menyerukan bahwa ini bukan salah pemerintah “emangnya presiden yang jualan dipasar? emangnya pemerintah yang beli beras petani dengan harga murah?” ini sebenarnya salah kaprah pasalnya mashab ekonomi yang digunakan suatu negara tergantung kepada negaranya.

lebih lanjut masalah kesenjangan pangan yang dirasakan oleh masyarakat menurut Prabowo Subianto pemerintah harus memandang hal ini secara Strategis, bukan hanya fokus pada pencitraan politik semata, tapi berorientasi pada hasil yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat “Siapapun yang mau memimpin negara ini harus memandang pangan ini dengan sangat strategis, dari dulu saya anjurkan ke pemerintah, ke pengusaha, ke parta-partai yang sedang berkuasa untuk fokus kembangkan sektor pertanian. jangan kita mengandalkan inport pangan supaya bangsa kita tidak bergantung pada Import, begitu mata uang kita melemah, akan sangat mahal beli barang import dan rakyat bisa tidak makan” tulisnya dalam sebuah buku yang berjudul “Paradox indonesia”.

setelah mencermati kalimat yang ditulis oleh Prabowo Subianto diatas ternyata memang beliau sangat jeli melihat situasi di indonesia pasalnya buku ini ditulis pada tahun 2017 namun kajian beliau telah terbukti setelah tahun 2018 dimana pemerintah indonesia semakin gencar melakukan import pangan, data dari BPS LBDSE yang saya ambil dari metrotv hingga tahun 2018 Pemerintah Jokowi telah melakukan Import Beras sebanyak 2,9 Ton apalagi berdasarkan observasi saya pribadi di daerah cianjur menurut para petani bahwa ketika waktu panen mereka sangat kecewa saat melihat berita tentang import beras kemudian harga padi juga turun oleh tengkulak dikarenakan permintaan yg kurang, cek dan ricek yang paling mengesalkan bagi mereka adalah subsidi untuk kebutuhan obat pertanian dikurangi adajuga yang pembagiannya tidak merata, beberapa dari mereka merasa uang subsidi lah yang digunakan untuk ditukarkan import beras.. saya tidak menyalahkan pendapat mereka karena mereka yang merasakan dampaknya secara langsung.

impor-beras-jokowi-5b5c30d3ab12ae42ff7777c3.jpg
impor-beras-jokowi-5b5c30d3ab12ae42ff7777c3.jpg

solusi yang ditawarkan Prabowo Subianto dalam bukunya menurut saya memang yang terbaik yaitu ekonomi kerakyatan, dengan meningkatkan sumber daya alam kita sendiri, meningkatkan SDM dibidang pertanian dan melibatkan langsung pemerintah untuk mengurus hasil pertanian di indonesia mulai dari pembibitan, lahan, pembelian dan distribusi. saya rasa dengan luasnya lahan pertanian di indonesia sangat memungkinkan kita untuk swasembada pangan seperti pada era Soeharto tepatnya tahun 1985 indonesia 100% terbebas import pangan dari negara manapun.

menurut statistik dari BPS 1 dari 3 orang indonesia bekerja di sektor agrikultur dan 40% dari keseluruhan rakyat miskin bekerja di bidang ini. yang lebih menarik adalah data dari kementerian Pertanian tahun 2016 yang menyatakan bahwa 11 Juta Hektar lahan pertanian menganggur, wow inilah yang kemudian menyebabkan produktivitas pertanian kita sangat rendah, ini yang kemudian menjadi cita-cita luhur Prabowo subianto untuk mengembalikan indonesia negara ber-swasembada pangan yaitu memerdekakan lahan untuk para petani.

namun yang terjadi saat ini kebanyakan lahan pertanian digarap oleh petani yang bukan merupakan miliknya sendiri dalam artian kebanyakan dari petani kita belum merdeka atas lahan, selanjutnya pengolahan, pengepakan dan pendistribusian dikelola sebesar-besarnya oleh industri swasta yang berdampak pada Nilai tambah dari hasil pengolahan beras adalah untuk pengusaha yang bermodal besar dengan kata lain yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin, selanjutnya di sektor penjualan masih dirajai oleh supermarket. yang seharusnya menurut Prabowo adalah tahan penggarapan lahan dari petani, yang mengerjakan petani, yang punya hak lahan adalah petani, kemudian pengolahan, pengepakan dan pendistribusian dilakukan Koperasi, Bumdes dan BUMN yang terakhir penjualan dilakukan oleh Gerai Tani sehingga kesejahteraan yang menikmati adalah rakyat itu sendiri.

menurut saya tidak sulit melakukan transformasi tersebut apabila kepala pemerintahan kita orang yang Jujur dan Berani dalam mengambil sikap dan keputusan, apalagi campur tangan pemerintah tidak terlalu banyak, sistem perekonomian yang dianut indonesia pada saat ini merupakan mashap Neoliberal menurut Prabowo Subianto, mashab ini kalau dikaji dalam ilmu ekonomi (walaupun saya bukan ahli ekonomi) seperti beberapa artikel yang saya baca mashab tersebut termasuk kelompok mashab ekonomi adam smith namun ada yang berpendapat mashab ini cocok dengan indonesia ada pula yang berpendapat mashab mashab sosialis (mashab ekonomi Carl Marx) lah yang cocok di indonesia pertentangan ini tidak berhenti sampai sekarang, namun berbeda dengan pendapat Prabowo Subianto yang saya pribadi tidak meragukan kemampuannya dalam analisa kasus apalagi beliau merupakan anak kandung begawang ekonomi ternama di indonesia pendiri koperasi dan pendiri BNI Soemitro Djojohadikoesoemo “Loh. kenapa harus memilih?, kita mau ambil yang terbaik dari liberalisme/kapitalisme dan ambil pula yang terbaik dari sosialisme, golongan terbaik dari keduanya inilah yang disebut oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir dan Bapak saya Prof. Soemitro, sebagai ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila” tulisnya.

ekonomi kerakyatan atau ekonomi pancasila yang dimaksud Prabowo Soebianto tercantum pada Undang-Undang dasar 1945 pada pasal 33 ayat 1, 2 dan 3 pada pasal 33 ayat 1 berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan” ayat 2 “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara” ayat 3″Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Sedikit saya jelaskan kenapa pasal 33 UUD 45 saya naikkan yaitu untuk menyadarkan pembaca bahwa kita punya landasan hukum yang jelas-jelas dilanggar oleh pemerintah kita salah satu contohnya pada ayat tiga jelas jelas kekayaan alam kita dikelola oleh perusahaan asing yang banyak diantaranya mempekerjakan orang asing, hasilnya dibawah ke negaranya dan indonesia cuman dapat apa? “pajak” pajak yang digunakan untuk membayar gaji pemerintah, membiayai TNI-Polri membiayai pembangunan di kota, trus rakyat di desa kecil dapat apa? “subsidi dan beras sejahtera” yang semakin waktu semakin dipangkas dikarenakan persyaratan mengambil beras tersebut semakin sulit karena dipaksakan oleh pemerintah dalam misi “menurunkan angka kemiskinan” angkanya memang menurun namun apakah kenyataannya juga demikian? saya merasa sangat prihatin pasalnya tanggal 25 juli kmarin ada saudara kita 3 orang dari maluku yang meninggal dunia karena kelaparan.

semoga apa yang saya tulis dapat masuk akal bagi para pembaca yang budiman, mari kita melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mensejahterahkan saudara kita setanah air bukan hanya mengomentari atau hanya mengejek orang yang memiliki itikad baik, karena kita tidak tau isi hati orang lain, sekian kupasan saya dan Salam Damai.

Prabowo di Balik Topeng Emas Kopassus

Banyak pertanyaan yang menurut saya menggelitik “apasih prestasi seorang Prabowo Subianto?” di beranda fb, twitter dan media sosial lainnya.

Sebagai seorang mahasiswa yang gemar mencari kebenaran berdasarkan riset dan pengumpulan data, saya secara pribadi ingin mengatakan kepada mereka bahwa sangat banyak Prestasi seorang Prabowo Subianto bagi negeri ini namun hal itu yang tidak banyak disorot oleh media mulai dari perkembangan perekonomian pemerintah yang sebagian dari usul beliau dituangkan kedalamnya sampai perjuangan beliau mengangkat nama baik indonesia di kanca Internasional.

Namun kali ini yang akan saya kupas adalah Prestasi beliau untuk mengharumkan nama baik bangsa dan kesatuan TNI dalam korps-nya yaitu Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan ini termasuk bagian dari TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan dan tugas khusus diantaranya Operasi Militer Perang (OMP), Operasi Inteligent Khusus dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti Bantuan Kemanusiaan, anti pemberontakan, bantuan kepolisian, SAR khusus, pengamanan VIP, Anti Teror dan banyak lagi.

Nama Kopassus yang juga dikenal sebagai pasukan baret merah ini terbentuk sejak 26 Desember 1986 yang sebelumnya Kopassandha (Komando Pasukan Sandi Yudha) yang didirikan tahun 1971 yang juga sebelumnya bernama Puspassus AD (Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat) yang didirikan tahun 1971 yang juga sebelumnya bernama RPKAD (Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat), KKAD (Korps Komando Angkatan Darat), lalu yang paling pertama Kesko TT III/Siliwangi(Kesatuan komando Tentara Territorium III) yang didirikan oleh Kolonel A.E. Kawilarang pada 16 April 1952 sekitar 6 tahun Indonesia Merdeka yang kemudian dikenal dengan nama Kopassus sampai Saat ini.

Prabowo subianto sebenarnya disarankan untuk kuliah keluar negeri bahkan beliau telah diterima di University of Colorado dan George Washinton University, Amerika Serikat namun beliau lebih memilih mengikuti figur pamannya yaitu Soebianto Djojohadikusumo seorang tentara yang gugur dalam Pertempuran Lengkong 1946.

Prabowo masuk Akademi Militer pada tahun 1970 dan lulus sebagai Letnan II di tahun 1974, sejak di akademi Militer beliau termasuk Siswa berprestasi. Karena beliau termasuk orang yang cemerlang di satuannya pada usia ke 26 beliau sudah bertugas sebagai komandan Pleton Group 1 kopassandha dan termasuk bagian dalam Operasi Tim Nanggala di Timor-timur yang merupakan salahsatu Provinsi Indonesia dulunya, kompi Prabowo yang saat itu berhasil menemukan target yaitu Nicolau Lobato Presiden Fretilin pada 1978, kompi Prabowo juga yang berhasil menangkap Xanana Gusmao yang merupakan Pemberontak dan juga Presiden pertama di Timor Leste.

Beliau kemudian dipercaya menjadi Wakil komandan Datasemen 81 (Anti Teror Kopassus) setelah menyelesaikan Pelatihan Special Forces Official Course di Amerika Serikat, kemudian di angkat menjadi komandan Batalyon Infantri Angkatan Udara pada tahun 1995 dan hanya butuh waktu satu tahun Prabowo sudah menjadi Komandan Jenderal Kopassus (Danjen Kopassus), salah satu Prestasi beliau di Kopassus beliau merupakan Perwira yang berhasil memekarkan Group Kopassus dari 3 Group menjadi 5 Group.

Nama Kopassus semakin harum dimata dunia pada tahun 1996 Prabowo Subianto memimpin pasukan dalam misi penyelamatan sandera oleh OPM (Operasi Papua Merdeka) yang berencana menukarkan sandera tersebut dengan kemerdekaan papua.

Operasi ini banyak yang menamakan “Mission Impossible” dikarenakan tingkat kesulitan medan yang luar biasa dan kekerasan prajurit OPM serta hutan yang telah menjadi daerah kekuasaan OPM sejak bertahun tahun ketika itu mata dunia mulai tertuju pada papua dikarenakan ada beberapa peneliti (Tim Lorent’z) dari luar indonesia yang juga menjadi sandera pada kejadian tersebut, beberapa negara mengirim pasukan elit untuk membantu misi yang dipimpin langsung oleh Letjen Prabowo Subianto.

walaupun 2 diantara 11 orang sandera meninggal dunia ada beberapa kejadian heroik menurut kesaksian PPIR (Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya) yang saya dapat dari pelatihan selama saya pendidikan di Hambalang yaitu ketika akan dilaksanakan penyerbuan menggunakan Helikopter Prabowo lebih memilih menaiki Helikopter bersama prajurit penyerbu padahal telah disiapkan helikopter khusus untuk beliau, para pimpinan Kompi merasa takut akan hal ini karena selain Komandan Pleton Kopassus, apalagi Prabowo Subianto juga berstatus Menantu Presiden Soeharto.

Tidak sampai disitu, pujian demi pujian datang bergantian dari negara lain karena prestasi Kopassus pada saat itu bahkan dikutip grid.id (diakses 27/7/18) Kopassus termasuk daftar Pasukan Elit dunia peringkat Ketiga tapi apakah Prabowo ada andil dalam prestasi ini ..? ternyata setelah menyelam di dalam beberapa kata-kata beliau, saya tertarik dengan kata beliau “lebih baik banyak keringat yang menetes daripada banyak darah yang menetes” karena memang beliau dikenal Pemimpin yang sangat cemerlang dalam meningkatkan pelatihan pasukannya sehingga masih di hormati sampai saat ini oleh para mantan Perwira TNI. dibidang olahraga salah satunya beliau orang pertama mengusulkan prestasi membawa nama Indonesia menjadi penakluk Gunung Everest pertama dri Indonesia dan tercatat di MURI, misi ini telah direncanakan oleh Prabowo Sejak lama namun baru ada kesempatan pada saat Beliau menyandang tanggungjawab sebagai Danjen Kopassus.

Ada beberapa sumber pemberitaan yang membuat saya tercengang salah satunya tentik.com (diakses 27/7/18) dengan judul 10 Bukti Kopassus TNI-AD yang dipuji dunia, disitu dikatakan bahwa pada saat operasi pembebasan sandera OPM di Mapenduma Papua, selain aksi tembak menembak para prajurit yang dipimpin prabowo juga mengajari anak-anak papua baca tulis serta menjadi mentri kesehatan di pedalaman Papua.

Masih ingat dengan kerusuhan pada tahun 1998 dimana indonesia tengah dilanda Krisis Moneter yang memaksa presiden Soeharto untuk lengser dari jabatannya? nah Prabowo Subianto boleh dikatakan Pahlawan sebenarnya, Kenapa? singkat saja yang pertama berdasarkan dokumen Rahasia AS yang saya kupas pada artikel saya sebelumnya, beliau termasuk orang yang sangat faham kondisi kritis bangsa hingga mengusulkan Presiden Soeharto yang tidak lain adalah Mertuanya sendiri untuk mengundurkan diri dari jabatannya karena beliau faham hanya itu penyelesaian hingga kekacauan di ibukota bisa reda.

Kedua rencana Panglima Abri ingin pergi ke malang untuk menghadiri acara yang sama sekali tidak penting ditengah mengamuknya massa di ibukota Jakarta telah dilarang oleh Prabowo namun Pangab Wiranto tetap saja meninggalkan ibukota Jakarta dengan situasi di jakarta saat itu membuat pangdam Jaya Sjafrie Sjamsoeddin kewalahan dikarenakan kekurangan personel dan Pangab Wiranto enggan memberikan izin untuk menggunakan pesawat Hercules untuk mengangkut pasukan dari luar jakarta namun Prabowo-lah yang kemudian menyewa dua pesawat untuk mengangkut pasukan dari Kostrad ke Jakarta untuk diperbantukan di Ibukota, melihat keihklasan Prabowo untuk meredakan suasana di Ibukota membuat banyak tokoh berunding dan meminta agar Prabowo yang mengambil alih keamanan di Ibukota namun beliau menolak dengan alasan masih ada Pangab Wiranto.

Kisah diatas telah saya baca di beberapa sumber di internet serta buku tulisan Mayjen Kivlan Zen dan belum ada hingga saat ini yang membantah aksi heroik Prabowo Subianto pada masa itu namun banyak yang membuat cerita baru dengan menyebarkan fitnah keji bahwa beliau ingin meng-kudeta pemerintahan pada saat itu, Naudsubillah. silahkan anda memutuskan siapa heroik sebenarnya dan siapa yang hanya ingin cari muka dan Jabatan di tubuh pemerintah hingga saat ini.

Berbicara tentang prestasi mungkin kita sudah dikenyangkan dengan prestasi Cemerlang Prabowo Subianto selama Karirnya di Kopassus TNI-AD namun selain itu masih banyak lagi aksi heroik yang saya rasa sulit untuk di ceritakan semua namun kalau masih penasaran teman teman bisa mencari di internet.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil yaitu jangan pernah menunggu orang untuk memperlihatkan Prestasinya karena orang yang ihlas tidak ada pernah membanggakan dirinya namun kita lah yang harus menengok kebelakang tidak hanya melihat di satu sisi saja, tidak ada manusia yang sempurna namun yang baik adalah orang yang menggunakan kekuatannya demi orang banyak, tidak peduli jika orang itu bukan Superman atau Spiderman namun orang bijak selalu menilai sesuatu menggunakan Akal Sehat bukan hanya Mata Kepala.

Terimakasih, Salam Damai.

Mengupas Dokumen Rahasia AS tentang Penculikan Aktivis 98

Dokumen rahasia ini tidak lagi “rahasia” pasalnya telah dirilis ke publik oeh lembaga Arsip Keamanan Nasional (NSA), dokumen ini berisi percakapan Kedubes Amerika Serikat dengan pemerintah Indonesia pada saat itu yang membicarakan tentang keadaan dan kejadian pada rentetan tahun 1997 sampai 1998.

Setelah membaca dokumen tersebut sebenarnya sangat menarik untuk dibahas namun saya tidak akan membahas semuanya karena pasti membutuhkan riset dan penulisan yang sangat panjang karena sebenarnya apa yang tertulis pada surat tersebut semua sudah dibahas beberapa tahun yang lalu namun karena ini kata orang tahun politik jadi wajar-wajar saja banyak isu yang beredar di tengah publik tapi sangat disayangkan kebanyakan publik hanya melihat dari luarnya saja jarang ada yang mau mengetahui lebih dalam.

Dibalik fakta Hoax atau bukannya dokumen ini saya hanya akan membahas tentang para aktivis yang diculik/disembunyikan pada tahun 1998 oleh korps pasukan khusus (Kopassus) yang katanya diperintahkan oleh Prabowo Subianto sesuai perintah Presiden Soeharto, untuk lebih jelasnya mari kita kupas.

Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998
Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998

Dalam dokumen diatas disebutkan bahwa fasilitas yang digunakan untuk menahan para aktivis adalah milik Kopassus di Jakarta Selatan dan dibawah komando letjen Prabowo Subianto, namun faktanya dalam badan ABRI Denjen Kopassus tidak dapat memberikan perintah apapun kepada pasukan yang dipimpinnya namun hanya dapat menyiapkan pasukan adapun dalam Protap hanya Pangab lah yang bisa memberikan perintah tersebut yang pada saat itu masih dijabat oleh Wiranto, namun pada dokumen itu dinyatakan bahwa wiranto tidak ingin membuat tim gabungan untuk mencari para aktivis yang hilang tersebut dengan alasan ia akan dirusak secara politik.

Pembahasan berlanjut yang dinyatakan melakukan penculikan tersebut adalah Kopassus group IV alias tim Mawar oleh pengadilan Mahmilti II pada bulan April 1999 yang di komandangi oleh Mayor. Inf. Bambang Kristiono serta wakil komandan tim Mawar Kapt. Inf. Fausani Syahrial (FS) Multhazar. Jadi makin jelas bahwa sama sekali nama prabowo Subianto tidak ada dalam pengadilan ini dikarenakan beliau hanyalah Denjen Kopassus yang tugasnya bertanggung jawab atas kesiapan pasukannya.

Hilangnya para aktivis ini dilaporkan pada bulan Februari 1998, namun perbincangan dengan mahasiswa aktivis ini dicatat pada bulan mei 1998 yang secara substansial hanya berisi pendapat aktivis, berikut foto dokumen tersebut:

Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998
Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998

Pada dokumen diatas mengatakan informasi dari seorang pimpinan mahasiswa yang diberitahukan oleh anggota kopassus (bukan dari group 4) bahwa terjadi konflik internal di antara divisi kopassus yangmana kelompok itu masih dibawah kendali Prabowo. Serta berpendapat bahwa “penculikan berdasarkan perintah Prabowo atas perintah Presiden Soeharto”.

Ada sesuatu yang janggal pada percakapan ini, bukankah Kopassus adalah tim elit yang terlatih dalam hal intelligent kenapa bisa dia menceritakan konflik internal kepada seorang pemimpin mahasiswa tersebut. Namun apa dan bagaimana keterlibatan prabowo pada saat itu ? berikutnya dokumen tentang informasi yang diberikan oleh prabowo:

Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998
Foto/dokumen NSA tertanggal 07 Mei 1998

Pada dokumen diatas terdapat pernyataan Prabowo tentang Presiden Soeharto yang mengatakan bahwa “president soeharto telah berhasil mengembangkan ekonomi Indonesia, latar belakang beliau adalah seorang prajurit, ia tidak pernah mendapat pelatihan luar serta pendidikan formal (tentang itu) tetapi dia sangat cerdas dan memiliki ingatan yang baik namun presiden tidak selalu memahami kekhawatiran dan tekanan dunia” serta dituliskan menurut pandangan Prabowo akan lebih baik apabila ia (presiden soeharto) mundur pada bulan Maret 1998.

Selanjutnya dikatakan juga bahwa militer punya tugas yang sulit untuk mendorong reformasi sambil menahan kekacauan dan ketidakstabilan massa pada saat itu “prabowo menggunakan rahasianya”

Dari dokumen diatas bisa dikatakan bahwa prabowo bukanlah orang yang melarang para aktivis untuk berdemokrasi menurunkan rezim soeharto, namun beliau sendiri yang berpendapat bahwa memang lebih baik apabila Presiden Soeharto (Mertuanya sendiri) turun dari jabatan, untuk membendung kekacauan salah satu cara yaitu mengamankan para pemimpin aksi pada saat itu namun tetap melepaskannya setelah resim diturunkan itu menurut saya dilakukan untuk tetap menjaga para aktivis dengan aman agar tidak berjatuhan banyak korban.

Selanjutnya kemanakah para aktivis yang diculik itu..?

Menurut data dari wikipedia diakses pada 26 Juli 2018 Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak kekerasan (KONTRAS) mencatat ada 23 orang, 1 orang hilang, 9 orang dilepaskan dan 13 lainnya masih tidak diketahui, dari data ini saja dapat di analisa bahwa penculikan dilakukan bukan untuk membunuh atau menyiksa orang semata namun untuk mengamankan para pimpinan aktivis tersebut kemudian melepaskannya pada saat yang tepat, namun 13 yang hilang lainnya juga tidak dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka dibunuh atau diasingkan selama ini namun bisa jadi yang menculik bukan orang yang sama dari penculikan ke 9 orang yang selamat lainnya.

Menurut kesaksian beberapa orang aktivis yang dilepaskan saya baca dari berbagai sumber kisah mereka memiliki banyak kesamaan bahwa mereka di masukkan ke dalam mobil kemudian dibawa ke suatu bangunan kemudian di introgasi tentang tindakan yang dilakukan kemudian dimasukkan ke dalam sel serta diberikan fasilitas yang wajar selain itu ada beberapa yang pulangnya dibelikan tiket pesawat dll.

Menurut saya kalau memang ini penculikan untuk menghukum para aktivis tidak mungkin mereka diberikan fasilitas lengkap seperti selimut, kamar lengkap wc, pakaian, makanan dan lain-lain.

Bukti Prabowo tidak terlibat dalam pelanggaran HAM pun dapat dilihat dari beberapa aktivis yang dilepaskan tersebut bergabung di partai yang dibuat Prabowo pada tahun 2008 yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya diantaranya Desmond Junaidi Mahesa, Aan Rusdianto, pius lustrilanang dan haryanto Taslam, logikanya apabila mereka merasa Prabowo adalah dalangnya maka tidak mungkin mereka mau berjuang bersama beliau dalam satu partai.

Selain itu dikutip dari postingan viva.co.id dengan judul “Wawancara Andi Arief : Prabowo Bukan Penculik” (diakses pada 26 Juli 2018) terdapat penyataan dari andi arief yang merupakan seorang aktivis 98 dan juga dilepaskan, dalam suatu wawancara dengan tim VivaNews, Rabu, 25 Juni 2014 mengatakan Dia (Prabowo Subianto) bukan penculik.

Dia rangkaian dari 1996 yang mencari kami (seperti) Syarwan Hamid dan lainnya. Akhirnya mereka memutuskan pakai yang terbaik, pakai Kopassus. Jadi kami bukan diculik, tapi ditangkap. Memang yang seharusnya menangkap polisi tetapi saat itu keadaan tidak normal. Saya juga tidak tahu kata penghilangan aktivis itu dari mana.

Kesimpulan yang bisa kita ambil yaitu jangan melihat sesuatu dari luarnya saja, lihatlah kedalam ketika ada isu yang sifatnya musiman sebagai kaum milenial kita sepatunya melakukan pendalaman, bukan mengambil kesimpulan tanpa ada risat dan data yang jelas apalagi hanya melihat judulnya langsung bisa menyimpulkan sesuatu, sekian kupasan saya kali ini Salam damai.

Blog at WordPress.com.

Up ↑